Jika Anda Menemukan Tanda-tanda Ini, Saatnya Ganti Aki Forklift!

Deskripsi Jika Anda Menemukan Tanda-tanda Ini, Saatnya Ganti Aki Forklift!

Di dunia perindustrian seperti pergudangan dan pusat distribusi, armada forklift memiliki fungsi yang vital dalam memindahkan barang-barang yang berat dengan cepat dan efisien sesuai kebutuhan operasional.

Gudang modern pada umumnya menggunakan forklift elektrik (memakai aki Yuasa) untuk meminimalkan resiko dan emisi yang berkaitan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti bensin maupun solar. Beberapa contoh penggunaan forklift elektrik adalah bisnis bahan baku seperti makanan dan minuman, atau obat-obatan – dimana proses pengangkutan barang dilakukan di dalam ruangan.

Agar forklift elektrik selalu dalam kondisi prima, dibutuhkan perawatan mesin dan aki forklift itu sendiri.

Aki yang sudah usang tentunya tidak bisa bekerja dengan maksimal, dan proses pengisian daya untuk menyalakan forklift jadi kurang aman karena keluaran listriknya tidak stabil. Kalau sudah begini, mesin forklift lama-lama bisa aus juga.

Jadi, meskipun forklift elektrik dengan menggunakan aki lebih efisien dan praktis, perawatan berkala sangat dibutuhkan karena aki forklift memiliki masa pemakaian dan harus diganti secara berkala. Seiring waktu, aki akan berkurang efektivitasnya.

Mungkin Anda bertanya, “Kenapa harus diganti kalau tidak ada yang rusak?“

Pada umumnya, jika aki forklift mengalami kerusakan fisik, itu berarti aki tersebut sudah rusak parah.

Kerusakan fisik yang terjadi pada aki forklift sebagian besar disebabkan oleh kerusakan-kerusakan kecil yang tidak diidentifikasi sejak dini. Akhirnya, aki bermasalah baru diketahui saat aki sudah mengeluarkan asap atau saat mesin tiba-tiba mati mendadak, padahal mesin forklift dulunya baik-baik saja.

Jika Anda melihat salah satu atau banyak tanda di bawah ini, itu artinya Anda harus segera ganti aki forklift.

1. Sulfasi aki forklift yang berlebihan

Sebagian besar aki forklift adalah tipe lead-acid. Itu artinya, cairan yang digunakan di dalam aki mengandung asam sulfur dan air. Seiring berjalannya waktu, air akan menguap karena suhu udara dan pemakaian terus menerus.

Namun, tak jarang kita lupa dan membiarkan aki kehabisan cairan sampai kering. Jika sudah begini, aki forklift hanya berisi solusi asam sulfur yang berada di piringan bagian dasar dan meninggalkan residu. Proses inilah yang dinamakan sulfasi.

Proses sulfasi sangatlah normal terjadi karena konversi energi. Oleh karena itu, aki sebaiknya dibersihkan setiap 6 bulan sekali atau sesuai standar. Anda bisa menanyakan hal ini kepada pusat aki Yuasa tempat Anda membeli.

Tetapi jika operator lupa mengecek dan merawatnya, proses ini mengakibatkan penumpukan residu yang tidak bisa dibersihkan.

Kalau hal ini dibiarkan, forklift Anda akan kehilangan power-nya, dan waktu untuk mengisi daya juga semakin lama. Lambat laun, aki akan rusak dan bisa mengakibatkan korslet. Anda perlu mengecek apakah proses sulfasi ini berlebihan dan mengkontaminasi komponen di dalam aki sampai susah untuk diambil.

Jika air sudah hampir habis, sebaiknya diganti dengan air aki yang direkomendasikan oleh dealer resminya dan tidak sembarangan menambahkannya. Jika aki sampai mengering kehabisan air, itu artinya sudah waktunya ganti aki Yuasa baru.

2. Daya mesin cepat habis

Sama seperti baterai smartphone, aki forklift menunjukkan tanda-tanda soak jika sudah diisi daya penuh tetapi hanya mampu menyala sebentar saja. Makin lama, lifetime aki semakin pendek dan mesin akan mati total. Indicator lain yaitu, dalam 1 shift (8 jam), forklift harus dicas 2 kali atau lebih.

Penyebabnya bisa banyak hal, salah satunya, terlalu sering dibiarkan sampai daya kosong baru di cas, atau, tidak dicas sesuai dengan siklusnya. Sebaiknya, charging aki Yuasa dilakukan saat daya mencapai 20 sampai 30 persen.

Agar aki Yuasa awet, teknik pengisian daya harus diperhatikan.

  • Pastikan level air masih merendam piringan dasar (kurang lebih 3-4 mm)
  • Saat pengisian daya, buka tutup aki Yuasa agar suhu panas mengalir keluar
  • Pengisian daya sampai penuh akan memakan waktu kurang lebih 10 hingga 12 jam. Tunggu sampai penuh baru dicabut.
  • Pastikan ampere kabel cas sesuai dengan aki Yuasa Anda
  • Diamkan aki selama 15 menit sebelum digunakan lagi

Jika waktu pemakaian forklift (sejak daya penuh) semakin singkat dari biasanya, berarti saatnya mengganti dengan yang baru.

3. Performa mesin menurun jauh

Memang ada banyak faktor yang menyebabkan performa mesin forklift jadi berkurang. Bisa jadi karena kurang melakukan maintenance mesin, bisa juga karena aki yang bermasalah.

Salah satu tanda waktunya ganti aki forklift adalah ketika performanya menurun drastis. Performa turun ini bukan berarti mesinnya mati total. Tapi Anda perlu mengenali tanda-tanda awal seperti display layar yang berkedip atau tiba-tiba mati. Ini adalah indikasi bahwa daya yang dimiliki forklift Anda tidak cukup kuat untuk menyuplai seluruh komponen mesin.

Anda dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu. Bisa saja koneksi kabel yang menyambungkan aki dan mesin forklift ada yang terputus atau terkena kotoran /debu. Jika tidak ada gangguan dari kabel, kemungkinan besar kualitas aki yang sudah kurang baik sehingga harus diganti.

4. Aki forklift bocor

Karena aki forklift berisi cairan acid, maka sangat mudah mengidentifikasi terjadinya kebocoran keluar permukaan. Jika hal ini terjadi, maka dapat dipastikan aki Yuasa Anda tidak bisa dipakai lagi dan harus dibuang sesegera mungkin untuk menghindari bahaya. Pastikan Anda sudah menggunakan alat pengaman seperti sarung tangan dan kacamata safety untuk mengeluarkan aki yang sudah bocor tersebut.

Aki Yuasa bisa bocor? Kebocoran bisa terjadi ketika Anda mengisi cairan secara berlebihan. Saat mesin forklift dioperasikan, kemungkinan cairan untuk terpercik keluar sangatlah besar. Sangat tidak disarankan untuk mengganti lead-acid yang sudah bocor karena pengisian zat sulfur hanya bisa dilakukan oleh pihak pabrik dengan memakai mesin.

5. Air aki berwarna keruh

Tanda-tanda aki bermasalah juga bisa dilihat dari warna airnya. Kotoran yang menumpuk di dalam aki bisa membuat air jadi keruh. Kekeruhan ini juga bisa diakibatkan oleh sel-sel yang rusak di dalam aki tersebut.

6. Aki forklift berkarat

Aki Yuasa memang memiliki kualitas dan daya tahan yang tinggi. Meski begitu, penyalahgunaan penanganan dan kurangnya perawatan bisa menurunkan kualitasnya. Misalnya, jadwal perawatan aki yang tidak rutin, atau jarang dilakukan pengecekan kondisi airnya. Kerusakan lambat laun pasti terjadi. Salah satu kerusakan yang sering terjadi adalah komponen yang berkarat. Bahkan, satu baut yang berkarat bisa menjadi tanda bahwa terdapat korosi pada aki.

Jika terdapat karat, aki tidak bisa bekerja secara efisien dalam menghidupkan mesin maupun menambah daya. Selain itu, karat juga bisa mengakibatkan kebocoran pada aki yang merembet ke komponen mesin forklift Anda.

7. Aki forklift mengeluarkan asap

Biasanya, aki yang mengeluarkan asap dan bau gosong sering disalahartikan dengan mesin forklift yang rusak. Padahal, bisa saja akinya yang rusak. Jika bagian penyimpanan aki mengeluarkan asap dan bau gosong, maka segera matikan mesin dan ganti dengan aki Yuasa yang baru. Aki yang mengeluarkan asap kemungkinan besar telah mengalami kerusakan minor sebelumnya, akibat dari terlalu lama pengecasan. Proses penggantian aki juga sebaiknya dilakukan oleh seseorang yang sudah profesional dan terlatih karena bisa membahayakan keselamatan.

Secara singkat, Anda bisa melakukan pengecekan rutin pada aki Yuasa yang Anda gunakan, dengan checklist berikut ini:

  • Cek apakah ada karat di sekitar permukaan aki
  • Cek kabel insulasi untuk melihat ada tidaknya kerusakan
  • Cek baut untuk melihat adanya karat
  • Cek tutup aki apakah bisa menutup dengan rapat
  • Cek cairan elektrolit di bagian atas aki

8. Forklift sulit distarter

Sama seperti mesin mobil atau sepeda motor. Untuk starter mesin butuh daya yang paling besar. Jika forklift Anda menyala dengan tersendat-sendat, kemungkinan besar forklift tidak memiliki energi yang cukup untuk menyalakan mesinnya. Dan ini adalah pertanda akinya bermasalah.

9. Usia aki sudah melebihi 5 tahun

Jika aki mampu bertahan lebih dari 5 tahun, itu artinya Anda sudah melakukan perawatan aki dengan baik. Meski begitu, pabrikan aki GS Yuasa telah menentukan standar ganti aki setiap 5 tahun sekali untuk menjaga performa mesin. Performa aki akan mulai menurun sejak usia pemakaian 3 tahun. Jika dibiarkan lebih lama, aki yang soak akan menyebabkan motor berhenti secara tiba-tiba.

Untuk memastikan apakah aki benar-benar soak, Anda dapat melakukan testing voltase dan gravitasi (dilakukan oleh pakar). Pemeriksaan lain bisa dilakukan dengan membuka aki dan mencari secara detail bagian mana yang rusak. Kabel cas juga sebaiknya dicek karena kerusakan kabel berdampak pada kemampuan aki untuk menambah daya.

Gunakan Aki Yuasa untuk forklift Anda

Aki forklift bisa bertahan lama hingga 1.500 kali pengecasan dan bisa bertahan sampai 5 tahun, jika dirawat dengan benar. Tanda-tanda di atas adalah beberapa contoh kondisi untuk menentukan kapan aki Yuasa mesin forklift Anda harus diganti.

Karena aki adalah “jantung“ dari mesin forklift Anda, maka sangat penting untuk memastikan bahwa aki yang Anda pilih adalah yang bergaransi dan berkualitas. Kondisi aki yang baik saat pemasangan akan membantu fungsi mesin agar bekerja lebih baik. Konsultasikan kebutuhan aki Anda pada pusat aki Yuasa yang dapat membantu mencarikan spesifikasi yang sesuai dengan armada milik Anda.

Sudah waktunya ganti aki forklift?

Jika Anda membutuhkan aki Yuasa murah dan berkualitas, Anda dapat membeli di pusat aki Yuasa WIJAYA EQUIPMENTS yang menjual aneka jenis aki bermutu untuk kebutuhan forklift dalam berbagai ukuran. Selain harga produk yang terjangkau, aki Yuasa dari WIJAYA EQUIPMENTS juga memiliki garansi resmi. WIJAYA EQUIPMENTS juga memiliki aftersale service dengan menyediakan staff berpengalaman untuk memberikan solusi forklift dan aki terbaik bagi Anda.

1 thought on “Jika Anda Menemukan Tanda-tanda Ini, Saatnya Ganti Aki Forklift!”

  1. Pingback: Homepage

Leave a Comment

Your email address will not be published.